This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 10 Maret 2013
Kamis, 28 Februari 2013
BUMN Strategis Dipinta Serius Menangani Industri Pertahanan
23.44
No comments
Pada tingkat keperluan tertentu,
Indonesia bisa mencukupkan sendiri keperluan sistem kesenjataannya
dengan produksi dalam negeri. Menteri BUMN, Dahlan Iskan,
menyarankan BUMN Industri Strategis lebih serius memanfaatkan peluang
arsenal dari Kementerian Pertahanan.
![]() |
| Produksi Panser Anoa PT PINDAD |
"Ini momentum bagi BUMN Industri
Strategis memenuhi pesanan-pesanan peralatan persenjataan dari TNI.
Anggaran pemerintah tentang ini bisa mencapai Rp7 triliun. Ini harus
dapat digarap BUMN," katanya, di Jakarta, Selasa.
Dia menyatakan itu pada penandatanganan nota kesepahaman penyelesaian permasalahan aset tanah antara TNI AU dengan PT DI, di kantornya.
Dia menyatakan itu pada penandatanganan nota kesepahaman penyelesaian permasalahan aset tanah antara TNI AU dengan PT DI, di kantornya.
![]() |
| Hanggar Produksi Pesawat C-235 PT DIrgantara Indonesia |
Saat ini dan ke depan, BUMN Industri Strategis seperti mendapat darah baru karena kontrak pengadaan arsenal dari Kementerian Pertahanan sangat besar dan pengadaannya pun berjangka waktu panjang.
Khusus skema dan pola kerja sama pembiayaan, dia juga berharap BUMN Industri Strategis bisa bersinergi dengan perbankan nasional. "Silakan cari pinjaman dana," katanya.
PT PAL Indonesia sedang menyelesaikan produksi tiga unit kapal cepat rudal (KCR-60 meter), dan dua unit kapal tunda bertenaga 2.400 HP pesanan TNI AL. Pesanan senilai Rp400 miliar itu diselesaikan pada semester I 2013.
PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, di Jakarta, mendapat kepercayaan membangun dua kapal perang landing ship tank (LST) atau kapal pengangkut tank pesanan TNI AL, dengan masa penyelesaian kontrak 22 bulan, atau ditargetkan selesai pada pertengahan 2014.
"PT DI juga demikian, mendapat kontrak pembuatan pesawat untuk TNI AU," ujarnya.
TNI AU memesan sembilan CN-295 hasil kerja sama dengan Airbus Military. Tiga unit akan selesai dan diserahkan pada 2012, sisanya bertahap pada 2013 dan 2014.
Tentang begitu banyak kepercayaan dari instansi militer Indonesia, dia berpesan singkat, "Jangan terlambat penyelesaiannya. Mutu harus dijaga."
TNI AL Perkuat Jaga Kepulauan Sabang
23.27
No comments
TNI
AL akan memperkuat Kepulauan Sabang, terutama dari segi penjagaan
wilayah dan pariwisata, dengan menggandeng Dewan Kawasan Sabang. Hal
itu diwujudkan dalam kerja sama selama lima tahun dengan memaksimalkan
Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal I) Belawan dan rumah sakit TNI AL di
wilayah tersebut.
"Pemerintah
telah menetapkan Sabang sebagai pelabuhan bebas. Kita akan concern pada
penguatan fasilitas dan penjagaan terhadap kekayaan laut di Sabang,"
kata Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana Marsetio, seusai
menandatangani Piagam Kesepakatan Bersama dengan Dewan Kawasan Sabang,
PT Meratus Line, Yayasan Hang Tuah, dan OCBC NISP di Markas Besar TNI
AL, Jakarta, Kamis (28/2).
Salah satu kerja sama yang spesifik
antara lain dalam bidang operasional hyperbaric chamber atau sarana
kesehatan untuk para penyelam dan pengembangan potensi maritim di
kawasan Sabang. "Secara bersama-sama, kami sepakat mengembangkan potensi
maritim di kawasan Sabang," ujar Marsetio. Sabang merupakan pintu masuk
bagi kapal-kapal yang akan masuk ke Selat Malaka.
TNI AL memiliki
12 radar di Selat Malaka dengan nama integrated maritime surveillance
system. Kawasan Sabang juga dikenal sangat strategis dan memiliki
kekayaan bawah laut yang tak terkira. "Sabang akan dijadikan pintu masuk
terdepan. Oleh karena itu, harus dikembangkan seperti yang pernah
dilakukan di Batam," jelas dia.
Potensi Besar
Ketua Dewan
Kawasan Sabang, yang juga Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, tak memungkiri
bahwa potensi bawah laut di Sabang sangat besar. Setidaknya, Sabang
memiliki sejumlah nilai strategis. Pertama, letak geografi snya yang
berbatasan langsung dengan dunia berpotensi menjadi pintu gerbang arus
barang.
Kedua, bisa dimanfaatkan untuk kerja sama subregional
dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Brunei
Darussalam, Filipina, dan Singapura. Ketiga, dari aspek pertahanan,
kawasan Sabang, terutama Pulau Rondo, merupakan bagian penting dari
pertahanan Indonesia. "Sabang juga memiliki potensi ekonomi yang sangat
tinggi, terutama pada aspek pariwisata. Ditambah saat ini kondisi Aceh
sangat kondusif," jelas dia.
Selasa, 12 Februari 2013
Wamenhan : Indonesia Perlu Komponen Cadangan
00.53
No comments
Wakil
Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan
Indonesia memerlukan komponen cadangan untuk mengantisipasi ancaman
non-militer yang dihadapi bangsa dan negara yang tidak bisa dilawan
dengan persenjataan.
"Komponen cadangan sumber daya manusianya adalah warga negara sipil untuk bela negara tapi bukan wajib militer," kata Sjafrie Sjamsoeddin dalam diskusi Yellow Forum for Young Leader (YFYL) bertema "Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Indonesia" di Jakarta, Senin.
Menurut dia, wacana komponen cadangan ini perlu disikapi dengan militansi masyarakat untuk menguatkan nasionalisme.
Ia mencontohkan, bangsa Indonesia saat ini menghadapi ancaman bahaya narkoba serta penetrasi budaya asing yang memberikan dampak negatif.
"Hal ini harus diatasi oleh bangsa Indonesia yang militan. Komponen cadangan ini harus dibaca sebagai kekuatan nasional," katanya.
Ia mencontohkan, Singapura meskipun wilayah geografisnya tidak luas dan jumlah penduduknya tidak banyak, tapi menjadi kuat karena memiliki komponen cadangan yang banyak.
Untuk menjadi komponen cadangan, menurut dia, masyarakat Indonesia yang militan perlu diberikan pendidikan untuk kuatkan ketahanan nasional.
"Sehingga masyarakat yang menjadi komponen cadangan memiliki kemampuan bela negara," katanya.
Sjafrie menjelaskan, Kementerian Pertahanan saat ini sedang menyusun draf Rancangan Undang-Undang tentang Komponen Cadangan,
Hal ini, kata dia, masih menjadi wacana karena terkendala pada anggaran. "Ini jadi tanggung jawab DPR dan pemerintah untuk mengalokasikan anggarannya," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya mengatakan keberadaan komponen cadangan di Indonesia adalah sebuah keniscayaan.
Menurut dia, dalam situasi alat utama sistem persenjataan (alusista) yang belum kuat serta wilayah geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, maka adanya komponen cadangan sangat dimungkinkan.
"Komponen cadangan sumber daya manusianya adalah warga negara sipil untuk bela negara tapi bukan wajib militer," kata Sjafrie Sjamsoeddin dalam diskusi Yellow Forum for Young Leader (YFYL) bertema "Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Indonesia" di Jakarta, Senin.
Menurut dia, wacana komponen cadangan ini perlu disikapi dengan militansi masyarakat untuk menguatkan nasionalisme.
Ia mencontohkan, bangsa Indonesia saat ini menghadapi ancaman bahaya narkoba serta penetrasi budaya asing yang memberikan dampak negatif.
"Hal ini harus diatasi oleh bangsa Indonesia yang militan. Komponen cadangan ini harus dibaca sebagai kekuatan nasional," katanya.
Ia mencontohkan, Singapura meskipun wilayah geografisnya tidak luas dan jumlah penduduknya tidak banyak, tapi menjadi kuat karena memiliki komponen cadangan yang banyak.
Untuk menjadi komponen cadangan, menurut dia, masyarakat Indonesia yang militan perlu diberikan pendidikan untuk kuatkan ketahanan nasional.
"Sehingga masyarakat yang menjadi komponen cadangan memiliki kemampuan bela negara," katanya.
Sjafrie menjelaskan, Kementerian Pertahanan saat ini sedang menyusun draf Rancangan Undang-Undang tentang Komponen Cadangan,
Hal ini, kata dia, masih menjadi wacana karena terkendala pada anggaran. "Ini jadi tanggung jawab DPR dan pemerintah untuk mengalokasikan anggarannya," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya mengatakan keberadaan komponen cadangan di Indonesia adalah sebuah keniscayaan.
Menurut dia, dalam situasi alat utama sistem persenjataan (alusista) yang belum kuat serta wilayah geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, maka adanya komponen cadangan sangat dimungkinkan.
15 Prajurit TNI Ikuti Farewell Ceremony di Haiti
00.42
No comments
Sebanyak
15 prajurit TNI (1 Regu Pasukan Bersenjata dan 3 Orang Pembawa Bendera)
yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH mengikuti
kegiatan Farewell Ceremony SRSG (Special Representative Secertary
General) MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation
en Haïti) yang dipimpin oleh Force Commander MINUSTAH Mayor Jenderal
Fernando Goulart, bertempat di Brazillian Battalion 1 (Brabat 1) Camp,
Port Au Prince – Haiti, Minggu (10/2/2013).
Kegiatan Farewell Ceremony dilaksanakan sebagai upacara pelepasan bagi pejabat SRSG, Mr. Mariano Fernandez yang dalam waktu dekat ini akan mengakhiri tugasnya sebagai pejabat SRSG MINUSTAH di Haiti, dan selanjutnya jabatan tersebut akan diserahterimakan kepada pejabat yang baru.
Acara yang berlangsung cukup khidmat ini dihadiri hampir seluruh pejabat teras MINUSTAH, baik dari Military Component maupun UN Police Component seperti Force Commander, Deputy Force Commander, Chief of staff, Police Comissioner, UN staff, United Nations Police Staff, seluruh pejabat Komandan Kontingen masing-masing negara yang bertugas di Haiti, maupun dari Komandan Kontingen FPU (Foreign Police Unit).
Selain kegiatan parade yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh Kontingen yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Haiti, juga ditampilkan beberapa macam kesenian khas dari beberapa negara, antara lain tarian tradisional dari Negara Haiti, India dan Bangladesh.

Force Commander Mayor Jenderal Fernando Goulart dalam sambutannya, antara lain menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian yang telah diberikan oleh Mr. Mariano Fernandez selama bertugas sebagai Special Representative Secretary General MINUSTAH dalam misi perdamaian PBB di Haiti.
Sementara itu, sebelum pelaksanaan Farewell Ceremony SRSG, Letkol Czi Arief Novianto selaku Dansatgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH menyampaikan beberapa penekanan kepada seluruh personel yang mendapat kehormatan untuk mengikuti kegiatan ini, agar selalu melaksanakan setiap tugas yang diberikan sebagai suatu amanah dan bentuk tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya karena tugas adalah suatu kehormatan. (poskota)
Kegiatan Farewell Ceremony dilaksanakan sebagai upacara pelepasan bagi pejabat SRSG, Mr. Mariano Fernandez yang dalam waktu dekat ini akan mengakhiri tugasnya sebagai pejabat SRSG MINUSTAH di Haiti, dan selanjutnya jabatan tersebut akan diserahterimakan kepada pejabat yang baru.
Acara yang berlangsung cukup khidmat ini dihadiri hampir seluruh pejabat teras MINUSTAH, baik dari Military Component maupun UN Police Component seperti Force Commander, Deputy Force Commander, Chief of staff, Police Comissioner, UN staff, United Nations Police Staff, seluruh pejabat Komandan Kontingen masing-masing negara yang bertugas di Haiti, maupun dari Komandan Kontingen FPU (Foreign Police Unit).
Selain kegiatan parade yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh Kontingen yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Haiti, juga ditampilkan beberapa macam kesenian khas dari beberapa negara, antara lain tarian tradisional dari Negara Haiti, India dan Bangladesh.

Force Commander Mayor Jenderal Fernando Goulart dalam sambutannya, antara lain menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian yang telah diberikan oleh Mr. Mariano Fernandez selama bertugas sebagai Special Representative Secretary General MINUSTAH dalam misi perdamaian PBB di Haiti.
Sementara itu, sebelum pelaksanaan Farewell Ceremony SRSG, Letkol Czi Arief Novianto selaku Dansatgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH menyampaikan beberapa penekanan kepada seluruh personel yang mendapat kehormatan untuk mengikuti kegiatan ini, agar selalu melaksanakan setiap tugas yang diberikan sebagai suatu amanah dan bentuk tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya karena tugas adalah suatu kehormatan. (poskota)
TNI AD Berencana Beli 20 Helikopter Black Hawk dari AS
00.27
No comments
“Saya sedang berkomunikasi dengan satuan pembuat atau negara pembuat, Insya Allah kalau diizinkan dan data itu ada, kami akan membeli Black Hawk 20 unit dari Amerika,” kata KSDA, Jenderal TNI Pramono Edi Wibowo, kepada wartawan di Makodam Iskandar Muda Aceh, Senin (11/2/2013).
![]() |
| Helikopter Black Hawk |
TNI AD, kata dia, juga memesan 20 unit helikopter serba guna jenis Bell 412 EP. Dari 20 unit yang dipesan, 10 unit di antaranya sudah kelar.
Heli tersebut akan dijadikan cadangan pusat dan dibagi kepada satuan-satuan utama TNI AD di Indonesia. “Agar lebih mudah untuk mengendalikan keamanan,” terang Pramono.
Blueprint Marder - Tank Medinum Nasional Mendekati Kenyataan
00.12
No comments
Keinginan Indonesia untuk membuat tank medium nasional semakin mendekati kenyataan, berkat pembelian 100 MBT leopard 2 dan 50 IFV Marder 1A3 ternyata pemerintah Jerman juga menyetujui Transfer of Technology (ToT) pembuatan tank kelas medium dan memberikan blueprint Tank IFV Marder kepada Indonesia.
PT Pindad dengan asistensi Rheinmetall Jerman akan membuat line produksi dari tahap awal hingga jadi, dimana pasokan bahan baku logamnya akan disuplai oleh PT Krakatau Steel yang diharapkan mampu membuat spesifikasi logam dengan tingkat kekerasan mampu memenuhi armor harness Marder buatan PT Pindad nantinya.
Untuk urusan persenjataan kemungkinan besar akan mengunakan Turret Hitfact 105- 120 mm Oto Melara. Dengan bobot yang lebih ringan dan rendahnya recoil force, turet ini menghasilkan tenaga tembakan yang besar untuk menghancurkan main battle tank secara akurat. Turret Hitfact 105 – 120 mm memiliki sejumlah keunggulan karena meriam maupun senjata mesinnya telah terintegrasi.
Kelebihan lain jika tank mengunakan turret Hitfact adalah dapat melacak dan mendeteksi lawan secara independen, terlepas dari pergerakan turet. Dia juga dapat mengontrol pergerakan turret maupun senjata dan mampu melacak sasaran dengan remote control, yang dipandu Kamera TV infra merah.
Selain dilengkapi senjata mesin otomatis 7,62 mm, turret ini bisa dilengkapi senjata mesin pertahanan udara 12,7 mm. Turet Oto Melara fully-stabilized 105-mm high-velocity rifled gun buatan Italia ini memiliki efektif jarak tembak 3 km dengan amunisi sesuai dengan standar NATO 105 mm.
Tank rekayasa Rheinmetall ini diklaim mampu bertarung dengan main battle tank lainnya. Rheinmetall melihat Marder memiliki sejumlah kelebihan, sehingga mereka kembangkan menjadi tipe IFV Upgrade dan Tank Marder 105-120 mm.Banyak komponen yang bisa diupgrade ke IFV/ Tank Marder untuk meningkatkan performanya, seperti mengganti track-nya dengan TR30, atau mengganti fuel tank, hydraulic, air pressure tank dan seat structures, dengan alumunium SAG.
Untuk urusan anti-udara Merder juga bisa dilengkapi dengan Roland short range air defence missile system yang pensiun dari militer Jerman tahun 2005, digantikan LFK NG missile system, buatan MBDA dan Diehl. Perancis menggunakan Roland 3 untuk MBT AMX 30 mereka. Namun senjata anti-udara Roland terus dikembangkan Perancis.
Versi terbaru Roland Carol merupakan sistem senjata efektif untuk menghadapi ancaman udara dari extremely low hingga medium altitude. Roland Carol merupakan standalone weapon system yang bisa dipasang di Marder. Senjata ini diproduksi tahun 1995 dan digunakan oleh Perancis dan Jerman.
Dengan demikian, Marder nantinya bisa difungsikan sebagai Infantry Fighting Vehicle (20 mm Rheinmetall MK 20 Rh202 fully remote machine gun) dengan ATGM Milan, Medium MBT Canon 105-120mm Hitfact, maupun Lapis baja anti serangan udara jarak pendek dengan mengusung Roland Carol buatan EADS.
Jerman mendisain IFV Marder untuk pasukan Infanteri Mekanis mereka dengan konsep dasar harus bisa bertempur baik dari alam maupun luar kendaraan tempur dan kendaraan tersebut harus bisa memberikan perlindungan dari serangan nuklir, biologi dan kimia.
Perusahaan Saab Swedia juga telah membuat BT46 two-way simulator, yang bisa digunakan untuk berlatih perang menggunakan: Leopard, Marder, Luchs, Wiesel, Fennek dan Boxer. Jerman juga memesan simulator ini, karena Saab BT46 gun training simulator dapat mensimulasikan dengan secara recara akurat balistik dan kecepatan terbang amunisi yang secara simultan memberikan feedback kepada petembak dan target.
Teknologi IFV Marder dilepas oleh Jerman karena Marder akan dipensiunkan oleh AD Jerman, untuk diganti dengan IFV PUMA.Indonesia sebenarnya ingin juga membeli IFV Puma dari Jerman. Namun untuk barang produksi tahun 2010 itu, Ibu Angela Merkel belum bersedia menjualnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

















